Undang – Undang dan Peraturan Seputar Judi di Indonesia

situs pokerSitus Poker – Perjudian sudah jelas dilarang di Indonesia. Walaupun di negara lain diijinkan, di NKRI, kegiatan ini tergolong ilegal. Kegiatan judi sendiri tentu memiliki unsur merusak. Karena hal itu kegiatannya tidak diperbolehkan. Untuk menekankan larangan ini, di Indonesia ada dua aturan yang menjadi referensi, yaitu UU Nomor 7 tahun 1974 dan Pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian.

Sekilas Tentang UU Nomor 7 tahun 1974 

Undang – Undang yang satu ini menekankan bahwa perjudian adalah tindakan yang ilegal di Indonesia. Dalam bahasan di Undang – Undang ini, Anda bisa melihat point – point alasan yang diangkat di dalamnya.

Point pertama yang ditekankan adalah Indonesia sebagai negara yang mengedepankan agama. Dalam hal ini mayoritas agama yang diakui di Indonesia tidak mendukung adanya perjudian. Aturan Islam dan Protestan terutama menekankan hal ini dengan tegas. Jadi sebagai agama yang berukuran paling besar di Indonesia, hal ini tentu sudah lumrah.

Point lain yang diangkat adalah unsur merusak dari judi situs poker itu sendiri. Selain dianggap tidak membawa kesejahteraan bagi pelakunya, kegiatan ini bisa menimbulkan kecanduan. Anda bisa bayangkan saja saat orang ikut judi lotre nomor, dari ratusan orang yang beli nomor ini pemenang hanya satu. Hal ini tentu tidak adil dan tidak sejalan dengan tujuan Indonesia sebagai negara.

Di sisi lain, orang yang sudah menang, pasti tertarik untuk beli nomor lagi untuk kembali menang. Tapi karena acak, ia belum tentu menang kembali. Rasa ingin menang secara terus – menerus dan untung besar, akhirnya mendorong kecanduan. Walaupun tidak menang, orang tersebut bisa berfikir mungkin kali berikutnya juga akan menang.

Kemungkinan menang dalam judi tentu acak, tapi saat berurusan dengan bandar besar, hal ini tidak benar. Para bandar karena tidak mau rugi, terkadang mempengaruhi rate kemenangan yang seharusnya acak ini. Contoh saja dalam permainan mesin slot. Pemain tentu bisa menggunakan skill timing untuk menang dan dapat untung, tapi karena pemilik mesin tidak mau rugi, mesin slot ini terkadang membuat timing tidak akurat. Jadi rate kemenangan bisa lebih kecil dan membuat para pemainnya tidak selalu menang.

Dalam pasal ini juga diterangkan bahwa perjudian bisa menjadi sumber penyakit masyarakat. Bagi Anda yang melihat poin ini, pasti sudah tahu bahwa para kriminal terkadang melakukan kejahatannya untuk bisa berjudi. Saat orang sudah terlanjur kecanduan judi, banyak orang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang demi bisa terus bermain.

Dari point dan penjelasan ini, tentu sudah jelas bahwa Indonesia harus menegakkan hukum yang mengatur seputar hal ini. Untuk menerangkan hukum yang lebih berperan dalam penegakannya, mari membahas sekilas seputar Pasal 303 KUHP berikut ini.

Sekilas Tentang Pasal 303 KUHP Tentang Tindak Pidana Perjudian

Pasal KUHP ini mengatur langsung seputar hukuman yang akan dikenakan pada pelaku perjudian. Baik itu bandar ataupun sekedar pemain, semua memiliki tingkat hukuman sendiri. Hal yang paling ditekankan dalam pasal ini adalah bentuk hukuman yang tidak ringan. Jika sampai tertangkap melakukan perjudian seseorang bisa dikenai denda maksimal 25 juta Rupiah ataupun hukuman penjara maksimal selama 10 tahun.

Hukuman ini tentu masih akan disesuaikan dengan perbuatan pelaku perjudian. Terkadang walaupun sudah bermain judi, seseorang belum tentu tahu itu judi. Sebagai contoh judi lotre. Saat pertama kali orang ikut, mungkin mereka berpikir ini undian berhadiah, tapi saat sudah lama ikut dan tahu bahwa hal ini judi, mereka tidak berhenti. Dari sudut pandang ini, pemain tersebut memang tertipu, tapi tetap melakukan perjudian. Untuk hukumannya, tentu mereka tidak akan mendapat seberat bandar judi lotre.

Dalam KUHP ini juga diterangkan tentang bagaimana seseorang digolongkan sebagai penjudi. Golongan pertama adalah orang yang ikut serta dalam kegiatan ini dengan kesadaran sendiri. Golongan kedua adalah orang yang menyediakan kesempatan untuk berjudi. Jadi orang yang menyediakan tempat, alat – alat ataupun website judi, bisa juga terkena hal ini walaupun tidak terlibat dengan bandar secara langsung.

Bagaimana menurut Anda soal bahasan aturan Undang – Undang dan juga KUHP tentang perjudian di atas? Mudah – mudahan penjelasan ini bisa membuka pengetahuan Anda. Terima kasih sudah membaca!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *