Kisah Pulau Natal yang Menjadi Bekas Tempat Judi Terbesar di ASEAN

Kisah pulau natal yang menjadi bekas tempat judi terbesar di asean – Para penjudi tentu sudah tahu jika ingin bermain judi diharuskan untuk mengunjungi rumah-rumah kasino terlebih dahulu. Atau tempat praktik perjudian lain yang memang ada untuk sarana bermain judi.

Namun seperti yang diketahui bersama, bahwa perjudian dulu sangatlah rumit. Dimana rumah kasino hanya ada di beberapa negara saja. Tidak semua negara memiliki tempat perjudian. Hal inilah yang mengakibatkan banyaknya turis dan juga wisatawan yang rela pergi keluar negeri hanya untuk bermain judi.

Permainan judi dulunya hanya bisa dilakukan secara konvensional. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan juga perkembangan ilmu teknologi, membuat permainan judi kini bisa dinikmati kapan pun dan juga dimana pun berada. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi para pecinta judi.

Permainan judi kini bisa dimainkan secara daring dengan bantuan jaringan internet. Permainan judi https://daftarjudi.id/ ini juga bisa dimainkan disemua tipe gadget yang kita miliki. Asalkan ada jaringan internet dan juga gadget tersebut mendukung adanya aplikasi permainan judinya.

Hampir setiap tempat praktik perjudian memiliki kisahnya masing-masing. Tidak terkecuali dengan Pulau Natal yang dikenal sebagai tempat judi terbesar di ASEAN atau kawasan yang tersebsar di Asia Tenggara.

Kisah Pulau Natal

Pulau Natal merupakan sebuah pulau yang terdapat di wilayah Melayu. Pulau kecil ini begitu terkenal karena didaulat sebagai tempat perjudian terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Jika kita lihat dari aplikasi Google Maps, Pulau Natal atau yang biasa disebut dengan Christmas Island ini bentuknya sangat mirip dengan seekor anak anjing. Pulau Natal ini sendiri memiliki luas wilayah sebesar 135 km persegi dengan masih didominasi dengan perhutanan.

Ceritanya, dulu negara Inggris memborong orang-orang dari negara Singapura ini sebagai pekerja paksa di tambang fosfat. Nah, orang-orang yang berasal dari Etnis Melayu, Chin,  dan juga Eropa ini kemudian lantas bermukim di Pulau Natal ini. Hingga saat ini bahasa yang digunakan adalah bahasa Melayu dan juga bahasa Inggris.

Menurut cerita yang beredar, Pulau Natal ini dulunya pernah menjadi tempat judi terbesar di ASEAN. Nah, di pertengahan tahun 90-an, Pulau Natal ini memiliki Kasino yang sangat mewah.

Karena hal itulah, akhirnya banyak sekali pengusaha yang berasal dari masa rezim Presiden Soeharto yang memutuskan untuk berjudi di Pulau Natal ini. Tidak main-main, fasilitas yang ditawarkan oleh Pulau Natal atau Christmas Island ini merupakan gagasan dari Frank Woodmore. Frank Woodmore ini sendiri merupakan seorang pengusaha yabg berasal dari Perth, Australia. Dan ini terjadi pada pertengahan tahun 80-an.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa sampai saat ini banyak sekali tempat praktik perjudian yang sudah ditutup dan juga dicabut ijinnya oleh pihak pemerintah. Tak terkecuali dengan 3 lokasi perjudian yang ditutup pada tahun 1981 lalu dengan alasan bahwa fasilitas perjudian ini dengan citra masyarakat Indonesia yang mana mayoritasnya beragama islam.

Pulau Natal atau biasa disebut sebagai Christmas Island ini merupakan tempat judi terbesar di ASEAN dengan fasilitas yang cukup memadai. Dimana disana dibangunkan resort dengan posisi yang tepat. Dimana resort ini menjadikan tempat unik yang akhirnya banyak dikunjungi oleh kalangan elit dari para pengusaha dan juga penjudi lainnya yang berada dikawasan Asia Tenggara, khususnya.

Kawasan resort Pulau Natal ini dibuka dan diresmikan pada tahun 1993. Dimana karena hal itulah menjadikan lonjakan drastis yang terjadi pada jumlah pelancong yang datang ke Christmas Island ini.

Adanya praktik perjudian yang terjadi di Pulau Natal ini menjadikan keuntungan tersendiri. Yang mana perekonomian di Pulau Natal ini menjadi stabil dan juga meningkat akibat adanya Kasino ini. Sektor bisnis di Christmas Island ini pun meningkat dengan sangat drastis akibat imbas pembukaan resortnya.

Nah, pada akhir tahun 80-an lah terjadi kebangkrutan pada resort yang sudah dibangun untuk kebutuhan perjudian tersebut. Pulau Natal sudah tidak lagi menjadi tempat judi terbesar di ASEAN, melainkan hanyalah menjadi sebuah tempat pertambangan. Dimana tidak ada fasilitas apapun disana. Untuk memasuki Pulau Natal ini sendiri sangat sulit, karena kita harus meminta ijin terlebih dahulu kepada pihak pertambangan.

Diyakini pada tahun 2002 lalu dari Partai Christmas di programnya yang bernama ABC Four Corner bahwa pembukaan Kasino ini telah mendapatkan banyak sekali dukungan dari sejumlah tokoh besar yang berkuasa di Indonesia pada kala itu. Tidak terkecuali dengan kepala negara yang pada wakt itu dipegang oleh Soeharto.

Bisnis kasino ini mendatangkan banyak sekali keuntungan. Yang mana pada minggu pertama pembukaannya saja sudah berhasil meraup untung sebesar USD 15 juta. Setelah dua tahun dari peresmian pembukaannya, kasino ini bisa meraup keuntungan yang gila-gilaan, yakni mencapai angka USD 12 Milyar.

Namun sayangnya, tempat judi terbesar di ASEAN ini harus ditutup pada tahun 1998. Kasino ini ditutup atas dasar adanya krisis perekonomian yang terjadi di kawasan Asia. Bahkan, pada saat itu juga penduduk dari Pulau Natal ini berkurang drastis. Jumlahnya saat itu hanyalah sebanyak 1.300 orang saja.

Dampak ekonomi begitu dirasakan pada tahun 2001 yang sangat merugikan akibat tutupnya tempat kasino di Pulau Natal tersebut. Hal ini dinyatakan oleh pihak Komite Parlemennya sendiri.

Permohonan untuk membuka kembali tempat kasino di Pulau Natal tersebut sudah pernah dilayangkan. Namun sayang, pada tahun 2004 pihak pemerintahan federal kala itu menolaknya dengan alasan bahwa adanya kasino hanya bisa mendatangkan dampak sosial yang buruk bagi masyarakatnya.

Inilah kisah dari Pulau Natal atau Christmas Island yang menjadi tempat judi terbesar di ASEAN. Bisa diyakini bahwa tidak akan selamanya sebuah tempat, apapun itu bisa bertahan dari pergerusan jaman dan juga keadaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *